Bismillahirrahmaanirrahiim..

Ya Allah.. ya hayati.. ya habibi..
Buaikanlah hati kami terlena akan keagungan-Mu
Hingga lisan dan hati kami kelu untuk menyukuri atas segala rahmat-Mu..
Karena kami sadar rasa syukurku kepada-Mu
Membutuhkan rasa syukur lagi..

Cukuplah Engkau Ya Alloh yang Menjadi Tujuan dan Harapan kami.


AMIN YA RABALALAMIN

Senin, 12 Desember 2011

Pawai Idul Fitri 2011 Slideshow Slideshow

Pawai Idul Fitri 2011 Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Pawai Idul Fitri 2011 Slideshow Slideshow ★ to Jambi. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor

Selasa, 07 Juni 2011

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Penulis : Inayati


Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
For vieny, welcome to your husband’s heart.
*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.

Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002

Rabu, 01 Juni 2011

akku mncari seseorang yg pnya hati yg mw mngrti dsni , mmbujuk saat akku mrjuk , mngalah saat akku marah , mrangkul ktika akku terpukul , tertawa saat akku bahagia dan slalu stia dlm keadaan apapun .

~ WANITA~

Wanita :::: Akal Senipis Rambutnya.... Jangankan lelaki biasa, malah nabi pun terasa sunyi tanpa wanita...dan nabilah yang menaikkan kemuliaan wanita. Tanpa mereka, fikiran dan perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walau pun sudah memiliki segalanya. Apakah yang kurang dan apakah yang tiada didalam syurga? Namun adam tetap rindukan hawa. Dijadikan wanita daripada tulang rusuk yang bengkok. Untuk diluruskan oleh lelaki. Tetapi seandainya lelaki itu sendiri tidak lurus, Mana mungkin kayu yang bengkok menghasilkan bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan jalan yang ditunjuk oleh Allah, Kerana mereka diciptakan sebegitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan darinya. Jangan cuba menjinakkan mereka dengan harta, kerana nantinya mereka semakin liar. Janganlah hiburkan mereka dengan kecantikan, kerana nantinya mereka akan semakin derita. Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal. Di situlah punca kekuatan dunia. Akal senipis rambutnya, tebalkanlah ia dengan ilmu. Hati serapuh kaca, kuatkanlah ia dengan iman... Perasaan selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak. Suburkanlah ia kerana dari situlah nantinya... Mereka akan lihat nilaian dan keadilan Illahi Rabbi... Bisikkan ke telinga mereka bahawa kelembutan bukanlah suatu kelemahan... Ia bukan diskriminasi Allah... sebaliknya di situlah kasih dan sayang Allah... Wanita yang lupa hakikat kejadiannya... Pasti tidak akan terhibur, dan tidak akan menghiburkan... Tanpa iman, ilmu dan akhlak..mereka tidak akan lurus... Bahkan akan semakin membengkok... Itulah hakikatnya supaya wanita kenal Illahi Rabbi yang maha berkuasa mencipta segalanya... Bila wanita menjadi derhaka... pasti dunia lelaki akan menjadi huru hara.... Lelaki pula bukan sekadar mengharapkan ketaatan semata-mata... Tapi binalah kepimpinan melalui bimbingan... Pastikan sebelum wanita bertemu Ilahi Rabbi, selamatkan dan sempurnakanlah dirinya... Dekatkan dirinya kepada Allah SWT... Nescaya akan dipermudahkanlah Allah SWT kepentingan dunia dan akhirat dibawah pimpinanmu... Janganlah mengharapkan isteri semulia Fatimah Az-Zahra' Seandainya dirimu tidak sehebat Saidina Ali K.W

Jumat, 27 Mei 2011

Angkanesia

Cerpen tentang Keadaan Hidup IndonesiaSaya adalah warga Negara Angkanesia, Negara kami tidak dipimpin oleh seorang Presiden tapi dipimpin oleh seorang manager. Negara kami dikelola dan dijalankan seperti menjalankan sebuah perusahaan internasional, kami sebagai warga Negara adalah sekaligus pemilik saham atas Negara ini. Kami menjunjung tinggi apa yang disebut dengan Angka, bahkan di Negara kami ada hari Angka nasional dimana manager Negara kami berpidato untuk melaporkan perkembangan Negara kami kepada para pemegang saham yaitu kami warga Negara Angkanesia, tapi kami sebagai warga Negara hanya sebagai pemilik saham minoritas atas Negara kami sendiri, dan pemilik saham mayoritas Negara kami adalah Negara adikuasa di planet ini.


Saya akan bercerita betapa indah dan kayanya Negara Angkanesia ini, sehingga sampai-sampai orang bilang tanah kami adalah tanah syurga, lempar tongkat kayu dan batu jadi tanaman, Angkanesia adalah Negara kepulauan terbesar didunia yang selain mempunyai pulau-pulau nan indah juga sebagai Negara penghasil segala jenis tambang yang diciptakan oleh Tuhan. Mungkin benar Negara kami diciptakan Tuhan dengan menggunakan tanah syurga. Pulau-pulau indah kami menjadi daya tarik raja-raja kelana, sampai-sampai para raja kelana berbisik-bisik dan menulis di blog mereka, kata-kata yang memuja pulau nan indah permai ini.

Hari Angka nasional tiba, saya dan warga Negara Angkanesia lainnya akan segera mendengar pidato tentang tingkat kemiskinan, tingkat kesejahterahan, nilai ekspor impor, tingkat kesehatan, dan segala tingkat dari seluruh bidang yang merupakan sumber daya Negara kami yang kaya ini dalam bentuk angka-angka dan persentase. Dalam setiap pidatonya manager kami, sangat sempurna melaporkan perkembangan Negara kami sehingga seluruh dunia mengakui bahwa manager Negara kami berhasil memanage Negara kami yang kaya ini tapi memiliki warga yang miskin dan bodoh, mungkin miskin dan bodoh kami adalah bentuk dari keadilan Tuhan atas alam semesta yang dibangunnya berjuta-juta tahun yang lalu ini, kenapa saya bisa mengatakan seperti itu, tentu saja jika kami pintar dan kaya serta diberi kelimpahan sumber daya alam seperti ini, tentulah Negara Angkanesia ini yang menjadi Negara adikuasa.

Setelah manager kami berpidato dan melaporkan angka-angka kepada seluruh warga Negara Angkanesia, saya menyadari ada yang terlupa untuk dilaporkan manager kepada kami warga Negara Angkanesia. Tapi apa itu saya kurang jelas mengetahuinya, saya cuma merasa ada yang kurang, kami mungkin terlalu bodoh untuk menyadari apa itu yang tidak dilaporkan manager kami dalam bentuk angka-angka. Walaupun kami adalah kumpulan dua ratus jutaan orang miskin dan bodoh, kami masih bisa tersenyum pada dunia bahkan Negara kami berulang-ulang kali menjadi Negara ramah dan murah senyum, entah bagaimana si penobat Negara kami ini yang memutuskan Angkanesia adalah Negara ramah dan murah senyum padahal kami sesama warga Negara Angkanesia saling mencurigai dan saling sikut menyikut untuk mendapatkan posisi-posisi terhormat di Negara ini.

Menurut saya Negara kami bukanlah Negara yang ramah dan murah senyum tapi adalah Negara kampungan, itu benar warga Negara Angkanesia adalah orang-orang yang kampungan. Kami sering senyum-senyum sendiri jika diajak ngobrol oleh orang asing mungkin itu efek dari kurangnya penghargaan dilingkungan kami sehingga ketika kami diajak ngobrol oleh orang asing kami merasa mendapat penghargaan yang mungkin sangat berarti bagi kami.

Dua hari setelah hari Angka nasional, manager Negara kami tersadar kalau beliau lupa melaporkan kepada warga dalam pidatonya tentang sesuatu yang sekarang ini menjadi budaya baru bangsa kami. Kemudian beliau menyusun isi pidatonya dan memerintahkan pembantunya untuk menyiapkan hari untuk melaporkan angka-angka yang lupa terlaporkan olehnya. Tiga hari kemudian beliau sudah bersiap-siap untuk membacakan pidatonya, seluruh kegiatan sekolah dan kegiatan perekonomian diliburkan, dan seluruh warga diminta untuk mendengarkan pidato penting ini di TV dan radio. Kemudian berpidatolah beliau sebagai berikut:

“kepada seluruh warga Negara Angkanesia, saya sebelumnya minta maaf karena selama enam tahun menjadi manager Angkanesia dan berpidato untuk menyampaikan laporan angka-angka kemajuan negara kita ini saya selalu melewatkan yang semestinya saya laporkan setiap tahunnya, mungkin warga sekalian tidak tahu apa itu ataupun tidak menyadari apa itu tapi ini adalah yang terpenting dari Negara kita ini, memang menurut angka-angka yang saya terima setiap tahunnya dari para pembantu saya, Negara kita ini mengalami kemajuan yang pesat dari mulai angka kemiskinan yang terus menurun sampai angka pembayar pajak yang mulai jujur dan sadar yang terus meningkat setiap tahunnya. Tapi semua itu tidak ada gunanya karena yang akan saya laporkan kepada warga Negara sekalian ini angkanya terus merosot tajam, mungkin warga sekalian mulai menebak ataupun bertanya-tanya angka apa itu, untuk tidak memperpanjang durasi saya berpidato saya akan langsung saja. Angka yang merosot tajam sampai ketitik 3,4 persen saja itu adalah angka harga diri dan rasa malu bangsa kita, dari rakyat jelata, mahasiswa, guru, dosen, pemuka agama, pejabat, parlemen dan para pembantu saya dan bahkan saya sendiri sudah tidak terlihat lagi ada harga diri dan rasa malu.”

Setelah sampai pada kata harga diri dan rasa malu kemudian manager Negara kami ini, meninggal dunia. Dan segeralah dia bertemu dengan Tuhan. Tidak berbasa-basi Tuhan kemudian berkata “saya salut dengan pidatomu, saya tidak menyangka kamu akhirnya mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan bangsamu, tapi sayang kamu menyadarinya diakhir hidupmu.” “jadi bagaiman Tuhan? Apakah setelah pidatoku itu, Negara Angkanesia akan menjadi baik?” Tanya almarhum manager Angkanesia, “kita lihat aja dulu.” Jawab Tuhan. Kemudian Tuhan dan almarhum manager Angkanesia melihat apa yang sedang terjadi dengan bangsa saya ini dari langit.

Di Negara Angkanesia, saya dan seluruh warga Negara yang tengah diliburkan dihari jumat ini yang mendengar pidato dan melihat apa yang terjadi dengan manager Angkanesia yang wafat ketika berpidato, bersiap-siap untuk pergi berakhir pekan yang panjang ini tanpa perasaan tersinggung atas pidato sang manager dan rasa duka atas wafatnya sang manager. Sementara itu Tuhan dan almarhum manager Angkanesia yang memperhatikan dari langit, tampak terkejut dan tak dapat menggambarkan apa yang tengah terjadi dengan bangsa Angkanesia.

------------------------------
Cerpen tentang Keadaan kehidupan di Indonesia diatas karangan Andra Julians, warga Jalan Satria No.97 Tenayan Raya, Pekanbaru. Apa komentarmu? Sesuaikan dengan keadaan, situasi dan realita hidup Indonesia saat ini?
Judul: Arti Persahabatan

Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...

“Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.

Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. PlayStation!” jelas Judi dengan nada nyaring.

Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.

Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.

“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.

Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.

Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.

Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi membisiku sekali lagi.

Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.

“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.

“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”

Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.

“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.

Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).

----------------------------
Cerpen tentang persahabatan yang berjudul Arti Persahabatan ini buah karya Loeis Chandra, Mahasiswa di Sidoarjo - Jawa Timur. Cerpen arti Persahabatan juga telah ditayang pada CerpenPersahabatan[dot]com
jika aq hidup sebagai air mata,
aq ingin menjadi air mata mu,hidup di pi2 mu,
dan mati di bi2rmu,
tapi jika kamu adl air mata aq,
aq tak akan pernah menangis sebab
aq tak ingin kamu mati dan meninggalkan aq

Kamis, 26 Mei 2011

Dari Anas bin Malikradhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
وَلأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ
يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ
الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً
“Aku duduk dengan kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala mulai
dari shalat ‘Ashar hingga matahari tenggelam lebih kusukai dari empat
budak keturunan Isma’il yang dimerdekakan.”[1]
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ
الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي
السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ
إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ،
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ
كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا،
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia,
yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak
mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.
Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia
mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka
tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa
berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)(Dibaca 1 x)[2]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah
yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada
pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”(QS. Al Ikhlas: 1-4)(Dibaca 3 x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن
شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ
النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh,
dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah
gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang
menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki
apabila ia dengki”.(QS. Al Falaq: 1-5)(Dibaca 3 x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia.
Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa
bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari
jin dan manusia.”(QS. An Naas: 1-6)(Dibaca 3 x)[3]
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ
للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ
لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ
مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ
وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ
الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي
الْقَبْرِ.
“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah,
segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali
Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya
pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon
kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung
kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku,
aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua.
Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan
siksaan di kubur.”(Dibaca 1 x)[4]
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore,
dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan
rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati.
Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).”(Dibaca 1 x)[5],,,
Ya Allah...
jadikn aq bagian dr hidupx...
jdikn aq seOrang pria yg bisa membuatx menjadi wanita yG paling bahagia ketika berada d dekatq..
Ya Allah..
aQ memang pria yg tak sempurna,,,tapi jdikn dia penyempurnaq d hadapanMu..
jdkn aq seorang yg membutuhkan doax dalam hidupnq..
seorang yg membutuhkan senyumx saat sedih..
seorang yg membutuhkan dukunganx se...
Ketika kamu merasa putus asa,
bertahanlah! Segala yg terjadi dalam hidupmu
akan berubah jika kamu percaya Tuhan selalu bersamamu.
Jika Tuhan belum menjawab do'amu,
bersabarlah. Jangan biarkan seorangpun membuatmu
mengeluh hingga kamu lupa Tuhan itu ada
ALLAHU AKBAR,,,,,,, SUBEHANALLAH,,,,,,,, 
GUMPALAN AWAN BERBENTUK ASMA ALLAH
DI KUALA TUNGKAL _ JAMBI

---( AIR MATAMU )---

Add caption
jika aq hidup sebagai air mata,aq ingin menjadi air mata mu,hidup di pi2 mu,dan mati di bi2rmu,tapi jika kamu adl air mata aq,aq tak akan pernah menangis sebab aq tak ingin kamu mati dan meninggalkan aq

Rabu, 25 Mei 2011

Dengan uang anda dapat membeli rumah tetapi tidak dapat membeli kehidupan.
Dengan uang anda dapat membeli jam tetapi tidak dapat membeli waktu.
Dengan uang anda dapat membeli tempat tidur tetapi tidak dapat membeli tidur.
Dengan uang anda dapat membeli buku tetapi tidak dapat membeli pengetahuan.
Dengan uang anda dapat membeli dokter tetapi tidak dapat membeli hidup sehat.
Dengan uang anda dapat membeli darah tetapi tidak dapat membeli hidup.
Dengan uang anda dapat membeli seks tetapi tidak dapat membeli cinta.
With money you can buy a house but not a home.
With money you can buy a clock but not time.
With money you can buy a bed but not sleep.
With money you can buy a book, but not knowledge.
With money you can buy a doctor, but not good health.
With money you can buy a position but not respect.
With money you can buy blood but not life.
With money you can buy sex but not love.

Peribahasa Cina

.........KU UNGKAPKAN SEMUA PADAMU..........

Add caption
Kuungkapkan cintaku..
Meski ku tak tahu siapa kamu..
Dimana kamu..
Apa namamu...

Dengan pena seratus satu..
Kutuliskan isi hatiku..
Di dunia maya..
dunia tak kenal batas jagad raya

Kupertahankan idealismeku
Bukan untuk diriku..
Untuk Tuhanku, Rasulku, Keluargaku
Dan juga teman-temanku

Ku bertahan..
Ku berjuang..
Ku menerjang..
Segala keterbatasan..

Dengan Ridlo-MU...
Kulompati lebih tinggi
Dengan pertolonganMU...
Kugapai cita-cita yg hakiki

Cintaku ... tak lekang oleh waktu
Cintaku ... tak lapuk oleh peluh
Cintaku ... kuserahkan dibawah naungan-Mu
Cintaku ... kulayangkan dengan petunjuk Rasul-Mu

Bismillah ... kumulai semua usaha
Alhamdulillah ... kubersyukur atas segala kemudahan yang ada
Allahu Akbar ... ku menembus bayangan keterbatasan yg tertera
Lahawla wala Quwwata illaa billah ...
ku berpasrah di akhir cerita

Daftar Blog Saya

Cari Blog Ini (Search)